SELAMAT KUNJUNGI BLOG KAMI

Sabtu, Januari 23, 2010

Memandang Dari Sudut Lain

Namanya Ipou (yg jelas bukan saya),Dia mahasiswa di salah satu Universitas di Papua. Oleh kawan-kawannya dia dijuluki bambu. Itu karena tubuhnya yg tinggi dan kurus kerempeng sehingga kelihatan begitu langsing. Waktu SMA, ia begitu malu karena badannya yg teramat kurus. Saking malunya ia jadi rendah diri, tidak percaya diri, minder dan tidak mau bergaul. Apalagi ia tidak begitu tampan.
Berbagai cara ia tempu untuk membuat tubuhnya yg kurus menjadi gemuk. Makan buah-buahan yg mengandung karbohidrat dan protein tinggi, menambah porsi makan, minum berbagai jamu yang manjur,berolahraga tiap pagi sampai makan daka(gemuk) yg berlebihan.

Hari berganti hari, sampai berganti tahun. Usaha yang dilakukan Ipou belum juga membuahkan hasil. Lelah!!!, itu yang kemudian dirasakannya. Ternyata perjuangan kerasnya tidak membuahkan hasil.”Sudahlah, Nak. Kamu ini dari sononya memang bawaannya kurus, jadi percuma usahamu. Pasti tidak akan membuahkan hasil yang memuaskan, “ begitu kata Ibunya. Kata-kata sang Ibu itu akhirnya membuka pikiran Ipou. Mengapa selama ini ia mempermasalahkan tubuhnya yang kurus? Bukankah ia justru harus bersyukur karena meskipun kurus, tubuhnya selalu sehat, dan jauh dari berbagai penyakit. Dengan tubuh yang lebih ringan dia juga bergerak ke sana kemari dengan lebih mudah, bahkan menjadi pemain volly yg handal, terlibat dalam banyak pelayanan di gereja. Ah....rupanya ia harus “memandang dari sudut yang lain”.
Saudaraku, memandang dari sudut lain itulah yang harus selalu kita lakukan ketika kita dalam kesedihan dan kekecewaan yang muncul akibat kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Mengharapkan tubuh gagah dan atletis nyatanya kurus. Dan masih banyak contoh lainnya.
Saudaraku, intinya adalah selalu bersyukur, bersyukur dan bersyukur atas segala hal yang sudah kita terima. Karena dalam rasa syukur ada rasa percaya bahwa di balik semua yang sudah terjadi, rencanaNya adalah rencana yang terbaik dan terindah buat kita.

Salam hangat......di alam renungan...by Stefen Ipou Pekei

0 komentar:

Poskan Komentar

 
TERIMAHKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA